October 6, 2022
Spread the love

Siaran pers, Rita Fabriani

Jakarta – KTT G20 akan digelar di Bali pada November 2022. Pemerintah akan fokus menghibur peserta dengan menyediakan sarana transportasi ramah lingkungan. slot online indonesia

DFSK, sebagai produsen mobil dengan teknologi kendaraan ramah lingkungan terkini, berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan KTT G20 berjalan lancar dari segi mobilitas dan logistik selama periode acara.

Dengan produk andalan DFSK Gelora E Minibus dan Blind Van, serta atas arahan Presiden Joko Widodo untuk menggunakan kendaraan listrik di berbagai medan saat KTT G20, kendaraan ini cocok digunakan dalam acara pendukung.

Direktur Pemasaran PT Sokonindo Automobile Achmad Rufiki menyampaikan pesan pada KTT G20 bahwa Presiden Joko Widodo ingin mengoperasikan kendaraan listrik untuk menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia telah berkembang dan siap menjadi basis pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. .

ujar Ahmed Rufiki pada Jumat, 20 Mei 2022.

Kendaraan niaga listrik murni pertama di Indonesia akan ditawarkan kepada konsumen dalam dua model: Minibus dan Blind Van.

Keduanya dapat digunakan sebagai kendaraan operasional untuk mengangkut kendaraan shuttle peserta G20 dan memberikan dukungan logistik yang lancar selama acara.

Sebuah kendaraan komersial tepercaya di dunia bisnis, DFSK Gelora E berukuran 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT), memberikan interior yang lapang dan performa berkendara yang stabil.

Minibus DFSK Gelora E dapat menampung 7 dan dapat memaksimalkan jumlah penumpang.

Model minibus ini sangat cocok digunakan sebagai kendaraan shuttle di lingkungan KTT G20, dan tidak ada polusi sehingga dapat digunakan dengan nyaman dan ramah lingkungan.

Alternatif lain adalah blind truck DFSK Gelora E yang digerakkan dengan panjang kabin 2,63 m (4,8 m).

Kabin yang luas ini dapat meningkatkan kapasitas kargo dan memenuhi kebutuhan logistik Anda, menyediakan berbagai jenis kargo yang Anda butuhkan di KTT G20.

Baterai yang digunakan sudah menggunakan teknologi lithium-ion dengan kapasitas 42 kWh, yang mampu memberi daya pada DFSK Gelora E hingga 300 km sesuai metode uji New European Driving Cycle (NEDC).

Pengisian dayanya tidak memakan waktu lama berkat dukungan fast charging-nya, sehingga 80 menit sudah cukup untuk mengisi daya 20-80%.

Selain mengusung konsep kendaraan yang ramah lingkungan, DFSK Gelora E didukung oleh efisiensi energi yang tinggi dan dapat menekan biaya operasional yang dikeluarkan dengan menggunakan kendaraan tersebut.

DFSK Gelora E membutuhkan biaya energi sebesar Rp 200 per kilometer, yang merupakan sepertiga dari biaya pengoperasian kendaraan niaga konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.