September 27, 2022
Spread the love

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mencapai stabilitas ekonomi masyarakat.

Salah satunya dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 502 triliun. judi online com

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat bertemu dengan para relawan pada Rapat Aksi Nasional Projo 5 yang digelar Sabtu (21/05/2022) siang di Balcondes Ngargondo, Kecamatan Borobudur, Magelang.

Seperti yang dikatakan Jokowi, anggaran besar ini merupakan dampak dari wabah dan perang Rusia-Ukraina.

“Secara global (energi) meningkat, dan energi ini berarti bahan bakar, gas dan minyak, dan kami melihat peningkatan di semua negara.”

“(Saya) hadiah kedua adalah makanan, semuanya naik.”

Jokowi, mengutip ucapan Jokowi, mengatakan, “Perlu diketahui bahwa pemerintah telah mengumumkan anggaran yang sangat besar sebesar Rp 502 triliun untuk menjaga harga pertalite di bawah 3.000 VA.”.

Belum lagi Jokowi menyebut pemerintah memberikan bantuan sosial dengan anggaran Rp 154 ​​triliun.

Tentu saja anggaran ini tidak sedikit.

BBM, LPG, subsidi listrik, tidak naik

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Eric Thohir mengatakan Badan Anggaran Republik Demokratik Kongo (Banggar) telah menyetujui penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jadi bahan bakar penolong, elpiji dan listrik tidak bertambah.

Dikutip pada Jumat (20 Mei 2022), Eric mengatakan, “Ini adalah bukti bahwa suatu negara ada dan terus bekerja keras karena negara tersebut tidak ingin membebani masyarakat dengan masalah pangan dan energi global.”

Eric Thohir berjanji, pihaknya akan selalu bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

“Di BUMN bersama Pertamina dan PLN, kami akan fokus menjaga ketersediaan energi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Eric.

rencana peningkatan daya

Sementara itu, pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan dengan 3.000 volt amp (VA) atau lebih.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana tersebut dikabarkan telah disetujui oleh Jokowi.

Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dalam situasi harga komoditas global yang saat ini sedang naik.

(/ Gallo Widia Wardani/ Bambang Ismoyo )

Leave a Reply

Your email address will not be published.