October 6, 2022
Spread the love

Laporan Wartawan , Yanuar Riezqi Yovanda

JAKARTA – Pengelola pusat perbelanjaan menyatakan, kondisi saat ini masih belum memungkinkan omzet usaha pusat perbelanjaan naik signifikan karena perekonomian sedang berangsur pulih dari pandemi.

Konflik Rusia dan Ukraina serta kembali munculnya penyebaran Covid-19 di China, hingga kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat membuat harga jual sejumlah jenis barang yang diperdagangkan di pusat perbelanjaan naik. Gacor Online

“Jika kondisi Covid-19 landai, omzet usaha di tahun depan kembali seperti sebelum pandemi, tidak bisa secepat itu di kuartal III 2022,” ujar anggota Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alexander Stefanus Ridwan saat dihubungi .

Dia menilai optimisme masyarakat sudah mulai bangkit dengan turunnya jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Kendati pendapatan pusat perbelanjaan mulai kelihatan ada kenaikan saat pekan kedua Ramadan hingga Lebaran, tetap saja belum signifikan.

“Belum kembali ke sebelum pandemi, pendapatan masyarakat belum pulih karena harga barang juga naik imbas perang Ukraina. Ini bukan salah pemerintah salah situasi, terigu susah, 30 persen dari Ukraina, jadi pemasok tidak bisa pasok, dan harga minyak dunia juga naik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.