October 6, 2022
Spread the love

Laporan reporter freesia p

JAKARTA – Timnas Indonesia bergemuruh setelah tim peraih medali emas Indonesia yang diharapkan, Pencak Silat, gagal di SEA Games di Vietnam. joker gaming slot

Pencak Silat Indonesia hanya mampu mempersembahkan satu medali emas untuk ganda putri, Riska Hermawan dan Rin Rinash.

Riska-Riren mencetak skor tertinggi dengan total skor 9.955, jauh melampaui wakil Vietnam yang hanya 9.925.

Sedikit yang diketahui tentang fakta bahwa dua atlet dari Jawa Barat adalah siswa peraih medali emas pada Pesta Olahraga Angkatan Laut Indonesia 1997.

Ses Hermawan yang saat itu bersama adiknya Ruhiyat Sudrajat berhasil membawa medali emas untuk Indonesia.

Riska Harmawan adalah anak kandung dan murid Cece dan Ririn adalah murid yang dididik langsung oleh Ruhiat Sudrajat.

Seorang wanita berusia 26 tahun mengatakan, Kamis (19 Mei 2022).

Riska dan Ririn tidak saling mengenal hingga mereka bergabung pada tahun 2016, bahkan Riska-Ririn menjadi rival meski berasal dari Universitas Silat yang sama.

Riska mengatakan awalnya sulit untuk mendamaikan gerakan dan keintiman emosional dengan Ririn. Apalagi kedua sejoli ini baru saling kenal saat berkumpul.

Liska berbagi cerita ketika dia pertama kali bertemu Linnaeus, dengan mengatakan, “Dalam kompetisi Borda 2014, saya mendapat tempat pertama karena saya adalah pesaing, dan itu canggung ketika Lane dan pasangannya mendapat tempat ke-2.”

Liska berkata, “Sejak kecil, saya suka bermain dengan maskot ayah saya, dan ketika saya dewasa, kapan Hanuman punya pacar? Itu motivasi khusus bagi saya.” tertawa.

Riska memulai debut profesionalnya di Silat sejak kelas 4 Sekolah Dasar (SD), dan tidak langsung turun ke nomor ganda putri pada awalnya.

Dia memulai perjalanan panjangnya mempelajari seni tunggal putri dan pindah ke seni ganda putri ketika dia duduk di kelas enam.

Wanita kelahiran Bandung, 4 Maret 26 tahun lalu ini dididik langsung oleh almarhum kakek dari pihak ibu, namun sang ayahlah yang mendidiknya dari dulu hingga sekarang.

SD Riska mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dari SD hingga SMA karena rutin mengikuti turnamen pencak silat.

Riska melakoni debut dewasanya pada 2016, mewakili wilayah Jawa Barat yang juga menjadi penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON).

Di dua ajang berbeda, tunggal putri dan ganda putri, Riska meraih dua medali perunggu.

Riska berkata, “Ya, saat itu lutut saya sakit, jadi ketika saya turun dua kursi untuk tampil, saya tidak sempurna, jadi saya akhirnya memenangkan perunggu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.