October 6, 2022
Spread the love

Jakarta – Banyak developer lokal di Indonesia yang membangun proyek berbasis teknologi blockchain. Hal ini menyambut baik kesiapan perekonomian khususnya di sektor industri digital.

Pada prinsipnya, blockchain diciptakan untuk melengkapi sistem ekonomi agar industri lebih efisien, lebih mudah digunakan, dan lebih transparan. game slot

Hal ini juga ditandai dengan minat masyarakat Indonesia terhadap lonjakan pertumbuhan investasi cryptocurrency baru-baru ini. Namun, masih banyak orang yang sebenarnya belum mengetahui teknologi yang mendukung perdagangan aset cryptocurrency, yaitu teknologi yang mendukung teknologi blockchain.

Faktanya, program penelitian tentang blockchain sudah ada. Menurut data dari LinkedIn pada tahun 2020, blockchain berada di puncak daftar hard skill yang paling dibutuhkan saat ini.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan bahwa teknologi blockchain banyak diterapkan dan memegang peranan yang sangat penting terutama di era Industri 4.0. Menurutnya, era Industri 4.0 merupakan era di mana teknologi terkonsentrasi dan transparansi sangat ditekankan.

“Blockchain memiliki catatan data historis dan buku besar yang transparan,” kata CEO Oscar.

Seperti yang dijelaskan Oscar: “Properti dapat diterapkan ke banyak bidang, efektif karena memiliki tingkat perlindungan yang tinggi dan sistem yang tetap (fixed and immutable), yang membuatnya aman, dan sistemnya terdesentralisasi, transparan dan dapat dilacak, memungkinkan untuk berbagai manfaat”.

Teknologi Blockchain memiliki banyak kasus penggunaan yang dapat digunakan di berbagai industri.

Sebagai contoh, dalam industri perbankan yang dapat diterapkan pada transaksi perbankan lintas negara agar lebih efisien dan murah, sektor pemerintah perlu mendigitalkan pendaftaran atau pendaftaran dokumen kependudukan sebagai bukti kepemilikan tanah dan properti.

Mengingat sifat teknologi blockchain yang terdesentralisasi, konsep Web 3.0 mempromosikan transparansi dan desentralisasi.

“Web 3.0 sendiri mewakili evolusi Internet di masa depan, di mana situs web dapat memproses informasi lebih mandiri dan terintegrasi secara transparan satu sama lain,” jelas Oscar.

Oscar juga menambahkan bahwa Web 3.0 seringkali menjadi era literasi di mana pengguna dapat secara langsung berpartisipasi dalam kepemilikan properti dan memiliki kontrol yang lebih besar.

Menurutnya, ini sangat berbeda dengan platform Web 2.0 (dikenal sebagai Age of Literacy) di mana orang hanya bisa mengonsumsi, memproduksi, dan berbagi konten di platform tersebut.

Oscar melihat teknologi blockchain sebagai teknologi yang sangat berguna, tetapi masih ada beberapa rintangan yang dia rasa perlu diatasi terlebih dahulu. Tantangan utama bagi pemain industri yang bekerja di blockchain adalah pendidikan dan literasi.

Seperti yang dikatakan Oscar Darmawan, “Saya pikir orang akan lebih terbuka terhadap teknologi blockchain karena mereka menjadi lebih akrab dengannya, karena mereka melihat karakteristik dan karakteristik yang memberikan banyak manfaat.”

Laporan Noverius Raoli | Sumber: Contan

Leave a Reply

Your email address will not be published.