September 27, 2022
Spread the love

Laporan Reporter Aisha Nursiamsi

Jakarta – Saat pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir dan menjadi epidemi, khususnya epidemi, para ahli mengingatkan bahwa situasi tersebut masih dianggap berbahaya dan merugikan karena dapat membebani fasilitas kesehatan. Masih ada pasien yang dirawat di unit perawatan intensif atau sudah meninggal. judi slot online

Bahkan dibandingkan dengan epidemi, situasi endemik mungkin rendah tetapi stabil. Epidemi masih memiliki beberapa keuntungan.

Contohnya seperti malaria atau demam berdarah. Itu dianggap endemik. Namun, ketika penyakit endemik terjadi, angka kematiannya sangat tinggi.

Ahli epidemiologi Universitas Griffith Dickie Bodman telah memperingatkan bahwa tingkat Indonesia saat ini dapat membahayakan ribuan nyawa.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada semua negara, termasuk Indonesia, untuk mengendalikan dan tidak mengejar tujuan mengubah epidemi menjadi pandemi atau epidemi.

Dia mengatakan pada Jumat (20 Mei 2022) ”Tujuan setiap negara, dunia, dan kawasan harus dikendalikan transisi ke Covid-19. Ya, manajemen dikendalikan.”

“Termasuk regulasi seperti beberapa aturan kami, misalnya karantina dan sanitasi,” kata Dickey.

Dalam masa transisi, perlu juga memperhatikan SOP bangunan seperti perkantoran. Hal ini dimungkinkan dengan meningkatkan ventilasi dan sirkulasi udara.

Dia menyimpulkan, “Apakah karena peningkatan kualitas udara, apakah negara-negara Eropa menggunakan filter HEPA di gedung mereka, atau apakah mereka memiliki indikator karbon dioksida. Selain masalah teknis, itu adalah perubahan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.