October 6, 2022
Spread the love

Pertanyaan:

Saya ingin bertanya kepada dokter. Mengapa saya tidak bisa hamil? Mereka telah menikah selama hampir dua tahun dan tidak pernah memiliki rencana keluarga. judi online com

Saya berusia 29 tahun dan suami saya berusia 30 tahun. Berapa banyak tes yang harus saya lakukan?

Nurha Kiki (Perempuan, 29)

menjawab:

Halo Kiki, terima kasih atas pertanyaannya.

Memiliki buah hati adalah salah satu impian Kiki dan pasangannya. bukan? Pasangan yang telah menikah selama satu tahun dan melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi tetapi belum memiliki anak dapat disebut tidak subur atau tidak subur. Jadi, tak ada salahnya segera melakukan tes kesuburan, apalagi Anda dan pasangan sudah menikah selama dua tahun.

Pemeriksaan oleh dokter kandungan sangat penting dalam mengevaluasi dan memastikan ada tidaknya gangguan infertilitas. Tes ini tidak hanya dilakukan pada wanita (istri) pemilik rahim, tetapi juga pada pasangan (suami).

Dari hasil tes ini, dokter dapat mengambil keputusan tentang pengobatan dan pengobatan infertilitas berdasarkan kondisi masing-masing pasangan.

Tes infertilitas untuk wanita terdiri dari:

Untuk memastikan ovulasi, terlepas dari tanggal menstruasi, Kiki dapat melakukan tes darah berupa tes progesteron pada hari-hari tertentu dari periodenya. Hormon lain, seperti luteinizing hormone/LH, follicle stimulating hormone/FSH, prolaktin dan estradiol, yang juga berperan dalam proses reproduksi, juga dapat diuji untuk menentukan kandungannya dalam darah.

Ultrasonografi dapat menentukan apakah ada kelainan pada rahim, saluran tuba, dan ovarium.

HSG dilakukan untuk mengevaluasi kondisi rongga rahim dan saluran tuba. Tes ini dapat menunjukkan beberapa kondisi, seperti saluran tuba yang tersumbat, saluran tuba yang membengkak, atau kelainan bentuk rahim.

Histeroskopi menggunakan tabung panjang dan fleksibel (histeroskop) untuk melewati serviks dan masuk ke rongga rahim. Metode ini digunakan ketika kelainan seperti fibroid, polip, atau jaringan parut rahim dicurigai dalam temuan HSG atau USG rongga rahim wanita hamil.

Laparoskopi hanya dilakukan jika pemeriksaan sebelumnya mencurigai adanya kelainan pada organ tertentu atau tidak dapat menemukan penyebab masalah kesuburan. Masalah paling umum yang dapat dideteksi oleh laparoskopi adalah endometriosis dan penyumbatan atau ketidakteraturan pada saluran tuba dan rahim.

Sedangkan tes kesuburan untuk suami Kiki biasanya meliputi:

Pemeriksaan fisik lengkap diperlukan jika tidak ada penyakit. Struktur yang dievaluasi meliputi penis, skrotum, testis, epididimis, sperma, vas deferens, prostat, vesikula seminalis, dan kelenjar Cowper.

Analisis sperma merupakan tes utama kesuburan pria untuk mengukur kualitas sperma atau gangguan pada produksi sperma yang menyebabkan kemandulan. Faktor utama yang diamati adalah konsentrasi sperma, motilitas (motilitas) dan morfologi sperma, terlepas dari parameter lainnya.

Tes darah dilakukan dengan mengukur kadar FSH dan testosteron dalam darah. Pada pria, FSH memainkan peran penting dalam spermatogenesis. Testosteron memainkan peran penting dalam pembentukan sperma dan stimulasi libido.

Pencitraan ultrasound dapat digunakan untuk menggali lebih dalam gejala gangguan infertilitas. Pada pria, USG testis/testis dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan bawaan dan obstruktif yang mencegah pergerakan sperma. Ultrasonografi testis adalah tes awal non-invasif. Tes ini sering dilakukan bersamaan dengan analisis sperma dan digunakan untuk mendeteksi kelainan pada sistem reproduksi pria, termasuk testis, dan struktur eksternal seperti epididimis.

Tes genetik dapat dilakukan pada pria dengan jumlah sperma rendah yang tidak memiliki bukti penyumbatan. Pengujian genetik dapat membantu mengidentifikasi fragmentasi DNA, kerusakan kromosom, atau kelainan genetik yang nantinya dapat diturunkan kepada keturunannya.

Penjelasan saya Bu. Semoga ini bisa membantu Kiki dan suaminya. Jangan ragu untuk melakukan tes kesuburan untuk mengetahui penyebab masalah ketidaksuburan Anda bersama Bu Kiki dan suaminya.

Program pengobatan infertilitas dan gangguan kehamilan juga akan dimodifikasi berdasarkan hasil tes infertilitas Kiki dan suaminya. Semangat ya mba. Semoga segera #garisdua! terima kasih

dr. Shanti Olivia Jasruan, dokter kandungan di RS Pondok Indah IVF dan RS Pondok Indah Puri Indah

tentang nasehat kesehatan

Pembaca Detikcom yang memiliki pertanyaan terkait berbagai masalah kesehatan dapat mengirimkan email ke [email protected] dan pakar ahli kami akan menjawabnya. Silakan kirim nama, usia, dan jenis kelamin Anda melalui email dengan subjek ‘Konsultasi Pembaca’.

Identitas penanya dapat ditulis dengan cara yang cerah dan persuasif sesuai keinginan pembaca. Kami memastikan bahwa identitas penanya dirahasiakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.