September 27, 2022
Spread the love

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menembus level 7400-7600 pada 2022.

Prakiraan tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2%. judi online deposit

Demikian dikatakan pengamat pasar modal yang juga pendiri komunitas superstock Indonesia Edhi Pranasidhi, dalam diskusi online Investment Talk, Rabu (18/5/2022) bertajuk “Beli Mei untuk Panen November”.

Menurut Edhi, rata-rata PDB Indonesia dari tahun 2001 hingga 2020 sekitar 5% per tahun. Sementara itu, pada tahun 2021 akan terjadi pandemi, dengan PDB Indonesia hanya sebesar 3,69%. Pada 2022, optimisme akan tumbuh kembali seiring dengan terkendalinya pandemi. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2022 mencapai 5,01%.

Mengacu pada basis pertumbuhan PDB, ia menjelaskan IHSG tahun ini dapat dihitung dengan mengalikan tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dengan data investment banking.

Pada tahun 2021, level tertinggi IHSG mencapai 6581. IHSG telah meningkat 13% dan sudah mencapai level 7.400.

“Namun, jika memperhitungkan laba bersih per indeks pada 2022 adalah sekitar 440.430 dikalikan rata-rata price-earnings ratio (PER) IHSG (PER) tertinggi selama 10 tahun terakhir, seharusnya antara 7.400 hingga 7.600 di IHSG. 2022.

Menurut dia, hal itu juga mendorong nilai tukar rupiah yang cenderung tertahan di kisaran Rp 14.400. Harga bahan baku di Indonesia seperti batu bara dan nikel juga tetap positif. Faktor lain yang dapat memperkuat IHSG adalah masuknya dana asing ke pasar modal domestik.

Sebab, masuknya mata uang asing yang besar ke pasar negara berkembang, termasuk pasar modal, disebabkan oleh laju inflasi yang melanda perekonomian global akibat konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. “Hingga 2022, pembelian bersih luar negeri sekitar Rp 63 triliun,” katanya.

Sementara itu, Eddie menekankan bahwa The Fed harus memperhatikan kenaikan suku bunga. Pergerakan seperti itu oleh otoritas keuangan AS selalu menyebabkan inflasi di pasar saham. Ini berarti bahwa setiap kali Fed menaikkan suku bunga acuan, pasar saham turun.

“Dampak paling lama adalah 9 bulan. Jadi kondisi ini berarti sentimen pasar memiliki dampak yang lebih besar dari yang lain. Jadi awasi sendiri untuk melihat apa yang akan terjadi pada ekonomi dunia dan apa yang akan mempengaruhi investasi Anda. dia. “

Konon persepsi ini muncul karena masyarakat internasional mengakui liburan musim panas dari akhir Mei atau April hingga akhir Juni. Investor umumnya lebih suka menyimpan uang tunai daripada aset karena mereka memiliki liburan panjang ke depan.

Ini dijawab oleh Edhi melalui saya. Sejak 2001 hingga 2021, indeks IHSG hanya turun delapan kali di bulan Mei. Di sisi lain, meningkat 13 kali lipat.

nominasi penerbit

Sehingga Edhi tak lupa merekomendasikan saham emiten yang layak dikoleksi. TLKM terkoreksi 13,8% pada 4850, BBRI terkoreksi 10,6% pada 4980, BBCA terkoreksi 10,8% pada 8300, ASII terkoreksi 9% pada 7700, dan TOBA terkoreksi 45% pada 1890.

Dan KAEF turun 58%, MLPL turun 78% dan EXCL turun 20%.

“Jadi pilihlah emiten yang fundamentalnya bagus tapi turun 30% atau lebih dan kumpulkan selama 5 tahun dan investasikan di dalamnya. Dan selalu ingat bahwa presiden berganti pada 2024. Suka atau tidak, kami akan selalu menaikkan standar. IHSG. Misalnya, masyarakat akan saya lihat calonnya sebagai orang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.