October 6, 2022
Spread the love

Warga Desa Rawarom, Grim, dan Warnasari Cilegon memprotes pabrik tersebut. Mereka menyalahkan proyek pabrik karena banjir dan debu hujan.

Proyek pembangunan pabrik kimia ini diharapkan selesai pada tahun 2025. Proyek ini sempat tertunda karena pandemi Corona atau COVID-19. slot online

Lokasi proyek termasuk dalam desa Rawarom. Sejak pabrik dibangun, kata warga, banjir kerap terjadi saat hujan.

“Bukan hanya masalah banjir, ini masalah debu,” kata seorang pengunjuk rasa dalam pidatonya, Senin, 23 Mei 2022. 

Banjir kerap melanda kawasan pemukiman Ruarum, khususnya kawasan Crook. Warga mengaku belum pernah terjadi banjir sebelum proyek pembangkit dimulai.

Warga menuntut agar orang yang melakukan proyek itu bertanggung jawab. Tanaman tersebut konon berasal dari Korea.

“Proyek saat ini sedang berjalan dan sejauh ini belum ada tindakan yang diambil, apalagi keyakinan bahwa lingkungan kita telah terkena debu dan pasir,” kata Tawfiq, Presiden RW Rawaarum.

Anggota DPRD Cilegon Faturrohmi mengatakan, rumahnya di Kruwuk juga setiap tahun digenangi air setelah pembangunan pabrik kimia dimulai.

Dan dia berkata. ”Demi Allah, demi Rasulullah, saya akan memperjuangkan cita-cita Anda sekalian, karena banjir bukan hanya bapak-bapak. Tapi setiap tahun rumah saya kebanjiran.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.